Pada beberapa tahun yang lalu telah di perkenalkan tes diagnostik secara cepat (RDT : Rapid Diagnostik test)yang dapat mendeteksi Ag parasit malaria yang beredar dalam darah atau dengan metode konvensional pan-Plasmodium PCR.
Namun dengan metode RDTs (Rapid Diagnostik test)terdapat keterbatasan yaitu hanya dapat mendeteksi parasitemia di atas 200 parasit/uL darah. Dan dalam perkembangan reset terbaru di perkenalkan suatu alat diagnostik malaria terbaru dan dapat mendeteksi dengan cepat pula yang berdasarkan metode magneto-optical technology (MOT). Alat ini selain dapat mendeteksi parasit malaria dalam range 50 hingga 100 parasit/uL darah, juga cukup praktis untuk skrening para pelancong atau serdadu yang baru kembali dari daerah endemis serta dapat mendeteksi karier yang asymptomatik.
(Dikutip dari http://www.malariajournal.com/content/9/1/207 " Laboratory evaluation on the sensitivity and specificity of a novel and rapid detection method for malaria diagnosis based on magneto-optical technology (MOT)" by Petra F Mens et al.)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar